Rabu, 16 Oktober 2013

BPRS Al Barokah Giatkan Edukasi Perbankan ke Masyarakat Kecil | Republika Online

BPRS Al Barokah Giatkan Edukasi Perbankan ke Masyarakat Kecil | Republika Online
Rabu, 09 Oktober 2013, 11:18 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Al Barokah terus menggiatkan edukasi perbankan terhadap masyarakat kecil. Selain menjalankan bisnis, BPRS yang berdiri 1996 ini juga rutin mengadakan pengajian karyawan.

Di awal beroperasinya, BPRS Al Barokah merupakan lembaga keuangan yang fokus pada kegiatan sosial ekonomi umat. Namun pada akhirnya, BPRS tersebut menambah fungsinya untuk menghasilkan keuntungan dengan adanya kebijakan dari Bank Indonesia (BI).

Per Agustus 2013, aset BPRS Al Barokah telah mencapai Rp 9 miliar, tumbuh 25 persen dari 2012. "Sampai akhir tahun ini, kami menargetkan aset Rp 10 miliar," ujar Direktur Utama BPRS Al Barokah, Lukman Hakim, baru-baru ini.

Komposisi pembiayaan Rp 6,2 miliar hingga Agustus 2013.BPRS Al Barokah telah membiayai sekitar 624 nasabah dengan volume pembiayaan sebesar Rp 600 juta.

Lukman mengatakan pembiayan BPRS Al Barokah lebih banyak disalurkan pada sektor ritel dengan memberikan pembiayaan kepada para pedangang, pengrajin dan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang membutuhkan modal kerja untuk pendidikan. BPRS tersebut juga menyalurkan pembiayaan korporasi seperti pembiayaan para kontraktor yang mendapatkan proyek pemerintah namun terkendala masalah keuangan. Tetapi sektor ini sangat kecil dari plafon total pembiayaan, hanya sekitar 5 persen.

"Pembiayaan ini bersifat pilihan karena kemungkinan risiko yang terjadi sangat besar. Maka saat ada pengajuan pembiayaan, harus dipelajari secara mendalam," kata Lukman.

Dana Pihak Ketiga (DPK) per Agustus 2013 mencapai Rp 5,7 miliar dengan komposisi deposito Rp 4,7 miliar dan tabungan Rp 971 juta. Nisbah tinggi menjadi pemikat para investor untuk mempercayakan dananya. Deposito berjangka waktu tiga bulan, nisbahnya 40 berbading 60 persen. Namun jika depositonya melebihi tiga bulan, maka nisbah deposito sebesar 46 berbanding 56 persen.

Lukman menyebut peningkatan suku bunga yang diterapkan pemerintah kian membuka peluang BPRS mendapatkan dana. "Karena banyak pengusaha termasuk bank konvensional menitipkan dananya di BPRS. Ini kami alami langsung," ucapnya. Kondisi tersebut memberikan dukungan besar untuk memperluas pasar pembiayaan kepada para pengusaha mikro.

Untuk penambahan likuiditas, sudah ada beberapa bank syariah yang mau bekerjasama dengan BPRS Al Barokah. Namun, kata Lukman, BPRS Al Barokah secara Sumber Daya Manusia (SDM) dan insfaktuktur BPRS Al Barokah masih mengalami kendala sehingga banyak penolakan.

Reporter : Qommarria Rostanti
Redaktur : Nidia Zuraya